Smiling away....

Berjuang menggapai impian sambil berusaha tersenyum terus apapun yang terjadi dalam perjalanan menuju tujuan itu.
Mau kontak? Silahkan E-MAIL langsung.

Saturday, June 04, 2011

Untukmu

Untukmu
Aku punya banyak jenis perasaan
Yang memenuhi setiap sudut jiwaku

Untukmu
Aku punya perasaan sayang yang tak berujung
Karena aku tahu engkau menyayangiku melebihi hidupmu

Untukmu
Aku punya rasa kesal yang kerap muncul
Saat kita berselisih dan akhirnya terbukti engkau memang benar

Untukmu
Aku punya rasa kagum
Melihat kesetiaanmu serta pengabdianmu dalam cinta sejati tanpa pamrih

Untukmu
Aku punya rasa iri
Atas kesabaranmu melalui berbagai cobaan hidup karena engkau percaya ada kebaikan dibaliknya

Untukmu
Aku punya rasa rindu
Karena kehangatan pelukan dan kecupanmu tidak akan dapat tergantikan

Untukmu
Aku punya rasa malu
Karena aku merasa takkan mampu sepertimu

Untukmu
Aku punya rasa sesal
Belum dapat membahagiakanmu sebagaimana seharusnya

Untukmu
Aku berterima kasih
Menjadi sumber kekuatan di kala aku terpuruk karena engkau selalu mendoakan setiap impianku terwujud

Untukmu
Hanya untukmu
Mama…….

Saturday, November 13, 2010

Jejakmu

Seketika itu
Ya, secepat itu…
Jejakmu muncul dalam benakku  

Sentilan perasaan yang menggelegar
Wajahmu, matamu menari di pelupuk
Mengingat impian-impian yang tercipta  

Tanpa kuminta
Tanpa perintah
Sisa jejakmu muncul begitu saja

It's nice to be important, but it’s more important to be nice

Kutipan di atas menarik perhatianku. Iya ya…seringkali kita semua berjuang utk menjadi orang yang 'penting' karena hal ini memanjakan 'ego' kita. Coba deh, kalo orang penting biasanya kan dapet macem2: mendapat penghormatan, orang-orang menjadi segan, mendapat berbagai fasilitas, didengar, diikuti, dipuji…wuiiih… masih banyak lagi varian imbal balik sebagai orang penting.

Lihat saja waktu Presiden Barack Obama akhirnya tiba di Indonesia. Sebagai orang yang sedemikian penting, pengamanan di jalan luar biasa sampai-sampai dia gak merasakan macet sedikitpun! Bayangkan saja, waktu tempuh dari Halim Perdanakusuma hingga ke Istana Negara hanya sekitar 20 menit. Sementara "rakyat jelata" Jakarta di hari biasa untuk jalur yang sama perlu waktu tempuh lebih dari satu jam. Ya itu satu contoh konkrit bedanya perlakuan bagi orang penting dan yang ya…kurang penting . :)

Melalui liputan televisi yang menguntit hampir setiap langkahnya, ada sesuatu yang membuatku menyadari mengapa dulu publik Amerika Serikat begitu terpikat sama sosok Obama.  

He (seems) to be such a nice person! Karena memang jujur aku gak kenal langsung jadi ya aku bilangnya he 'seems'. Dari liputan2 kunjungannya kemarin itu, dan juga foto-foto serta liputan-liputan sebelumnya waktu dia masih melakukan kampanye utk menjadi presiden, khususnya dengan memperhatikan bahasa tubuhnya, bagi saya Obama terlihat sebagai sosok dengan pribadi yang hangat, membumi, sopan dan tidak menjaga jarak.

Ini kemudian menarik pikiranku ke negeri tercinta. Bagiku, entah kenapa, semakin ke sini, semakin jarang sosok pejabat Indonesia yang dapat merangkai istilah "penting" dengan "perilaku baik" atau bahkan "membumi". Gak usah repot-repot mikir contoh, pasti dengan cepat langsung banyak yang kepikiran, mulai dari komentar yang kurang tepat dengan situasi, sikap yang gak pas sebagai pemimpin, prioritas yang gak jelas dlsb. Belum lagi ditambah dengan perilaku orang-orang sekitar yang ikut-ikutan penting …hehehe…makin rame deh...  

Mungkin apa yang aku tangkap tentang Obama hanyalah persepsi dari sebuah pencitraan, namun aku merasa banyak (sekali lagi tidak semua ya) pejabat-pejabat negeri kita, mau yang di eksekutif maupun di legislatif, pusat maupun daerah yang pencitraan baiknya saja gak dipikirkan, apalagi mewujudkan perilaku yang benar-benar "baik dan membumi". Mayoritas tindak tanduknya hanya mengedepankan bahwa mereka adalah "orang-orang penting". Titik.  

Apa yang salah, entahlah. Barangkali banyak yang belum siap menjadi pemimpin dengan amanah yang berat, atau gak tau sebenarnya tugasnya itu apa, atau barangkali banyak yang gak siap dalam berkomunikasi politik. Tapi sebenarnya, siapapun kita , baik pejabat maupun rakyat jelata, dalam setiap langkah harus mengingat bagian akhir dari kutipan judul tulisan ini: "it's more important to be nice". Siapa tahu dengan mengingat hal sederhana ini, negeri kita akan menjadi lebih baik….Aamiin!

Sunday, April 18, 2010

Don't Stop Believing!

Yang suka nonton film seri Glee, pasti tau lagu ini….hehehe…tau gak...lagu ini sebenernya aslinya dinyanyikan oleh kelompok Journey… ketauan deh aku angkatan taun berapa…. 

Meskipun lagu ini makna dan artinya jauuuuh banget dari isi tulisan yang aku buat ini (sekaligus ini "disclaimer" ya buat yg nanti protes kok lagu gituan bisa aku kaitkan dg topik tulisanku ini), tapi jujur aja, penggalan liriknya yaitu bagian "Don't stop believing…hold on to that feeling…" - lah yang menggelitikku utk menulis sesuatu yang lebih merupakan sentilan buat diri sendiri…. 

Kalau melihat penggalan lirik tadi secara lepas (lagi-lagi tanpa mengkaitkan ke lagu aslinya yaaaaa) menurutku kata lain yang bisa menjelaskan penggalan lirik di atas adalah 'keyakinan' atau 'faith'.  

Setiap kali kita ingin mencapai sesuatu, perjalanan ke sana sudah pasti ada tantangannya. Ketika menghadapi tantangan itu, kalau mudah kita biasanya tetap berani maju terus. Tapi kalau tantangannya lumayan rumit dan barangkali kita rasa berat atau berlapis-lapis, hati kemudian bisa disisipi rasa bimbang. Kadang akhirnya kita bisa putus asa dan meninggalkan tujuan awal kita tadi… 

Beberapa waktu terakhir ini aku diingatkan cerita orang-orang hebat yang pernah aku dengar. Orang-orang hebat ini aku kategorikan hebat, karena mereka rela berkorban untuk membantu orang lain. Memberikan harta dan hidupnya bagi sesamanya….yang mengurus anak-anak yatim padahal mereka sendiri adalah pensiunan…yang tergerak hatinya membantu anak-anak yatim di pengungsian sampai mereka kini menetap di kota tersebut untuk mengurus anak-anak itu hingga 'mentas'….orang yang memenuhi panggilan hatinya untuk masuk ke pelosok paling dalam di negeri ini guna membangun sekolah-sekolah agar masyarakat daerah ini menjadi maju….mereka yang rela jalan atau naik kapal kecil berkilo-kilo demi memberi bantuan kesehatan buat masyarakat terpencil…tanpa pamrih…. 

Benang merah yang ada dari kisah perjalanan mereka ini…adalah keyakinan akan pertolongan Allah di saat mereka merasa 'mentok'…tapi mereka terus berusaha, terus yakin….dan datanglah pertolongan Allah itu…bagaikan mukjizat…. 

Kalau hati memang sudah menginginkan sesuatu (dan sepanjang yg diinginkan itu adalah hal yang baik) kita harus yakin dan mau menghadapi apapun tantangannya karena yakin kita gak sendiri…Allah selalu mengawasi kita dan memberikan pertolonganNya…Dia tidak pernah memberi cobaan melebihi dari kemampuan umatNya….

 Jadi, kalau aku nih liriknya dah berubah jadi gini nih: "Don't stop believing that Allah will show the way, hold on to that feeling as He intervenes to help you through the waves… " hehehe…tinggal melodinya nih kita cari buat padanannya…. :-)

Sunday, April 11, 2010

Alhamdulillah...banyak juga ya!

Sunyinya pagi ini membawa pikiranku tentang hal-hal yang telah terwujud dari cita-cita atau impian yang dulu aku punya…. Sambil nyeruput t eh manis hangat, aku mencoba mengingat-ingat lagi apa saja impian yang dulu pernah aku canangkan…waaah…jadi geli sendiri. Waktu dulu kayaknya demen banget bikin cita-cita…banyak bener soalnya. Aku mulai dari cita-cita sederhana waktu dulu masih SMA. Memahami papa hanyalah pegawai negeri, cita-citaku untuk kuliah sebisa mungkin harus ke universitas negeri supaya biaya kuliah tidak menjadi beban. Alhamdulillah…lulus SMA, masuk ke UI. Meski sebenernya pilihan pertama IPB, tapi..gak apa… UI kan juga keren ;-) Waktu kuliah, punya cita-cita…pokoknya kalau kerja, gajinya lumayan supaya gak usah minta apa2 lagi dari mama papa. Mereka berdua sudah banyak memberi…kalaupun aku belum bisa memberi kembali ke mereka, ya minimal aku mandiri. Alhamdulillah…sebelum lulus pun, dah kerja dg gaji lebih tinggi dari rata2 gaji fresh grad saat itu….meski…jujur aja..namanya juga anak…masih aja tuh minta ke ortu utk ini itu hihihi... Aku juga punya cita-cita pengen bisa sekolah sampai S2, biar bisa ngikut langkah papa, dan biar bisa punya gelar M apa kek nanti di belakang namaku hehehe…alhamdulillah….sekarang dah bisa nampangin (meski jarang banget aku tulis) gelar Msi di belakang gelar SH. Waktu dulu menjelang ulang tahun ke 30, aku sempet tanya ama temen2 yang usianya jauh di atas aku pertanyaan ini: "If you had the chance to relive your 30s, what would you have done better?" Salah satu teman menjawab, "Travel more." Waktu mendengar jawaban itu, dalam batin aku mengatakan, "Wow, that's a great one. Let's do it!" Tau gak, pekerjaanku sekarang telah memfasilitasi impian itu….membawa aku ke tempat-tempat yang sebelumnya gak pernah kepikiran…Alhamdulillah! Di tengah2 memikirkan apa yang sudah terwujud, aku terus jadi nanya sama diri sendiri: "Sekarang, Mil, apa mimpi, cita-cita kamu?" Cukup lama aku mencari jawaban pertanyaan ini…dan menyadari, semakin tambah umur, sepertinya gak berani lagi punya cita-cita atau impian. Entah kenapa rasa percaya diri untuk bisa mewujudkan itu seperti perlahan tapi pasti terkikis. Jujur beberapa tahun terakhir ini, banyak keadaan yang cukup bikin minder... orang yang meremehkan diriku, kegagalan, ujian yang berat, pertengkaran yang jadi omongan orang banyak...macam-macam hal yang membuat aku merasa menjadi orang yang gak hebat, yang memang bodoh, gak pantas menerima keberhasilan dan gak bisa apa-apa… Sayangnya, aku membiarkan diriku mempercayai itu semua….sampai akhirnya pagi ini terjadi renungan ini sehingga aku tergerak menulis status ini di facebookku: "pagi yang sunyi sepi dan menikmati secangkir teh hangat. jd ingat beberapa hal terkait kehidupan: merubah kehidupan kita hanya diri kita sendirilah yang bisa dengan tentunya doa. mimpi adalah milik kita pribadi jadi kalau orang lain menganggap remeh, jangan perdulikan karena pendapat orang lain bukanlah urusan kita. yuukk kalibrasi lagi mimpi kita dan fokus pada langkah-langkah utk mencapainya... :)" Cita-cita atau impian merupakan faktor pendorong kita untuk menjadi lebih baik, melakukan kemajuan dan terobosan dalam kehidupan kita. Seperti lagu Nidji di Laskar Pelangi: "Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukan dunia." Jadilah pagi yang sunyi ini jadi indah…karena aku sekarang punya lagi daftar impian untuk hari-hari yang akan datang… bismillah…mudah2an Allah ridho… Alhamdulillah…banyak sudah impianku yang Engkau wujudkan..syukurku hanya untukMu Ar-Rahmaan!

Wednesday, March 17, 2010

Keluar dari comfort zone…part 2

 Dari dulu, gue kalo bosen kerja…biasanya mulai melirik kepengen sekolah lagi….entah kenapa, gue seneng banget dengan suasana kuliah: dateng ke kampus ketemu temen-temen, dengerin kuliah…dapet ilmu…bagi gue asik aja…

Kemarin udah sempet kepikiran lagi tuh sekolah lagi…hehehe karena lagi boseeeen banget sama kerjaan…trus sempet mikir apa ambil program MM….tapi..kok ya nanti judulnya kerja ama orang lagi…trus kepikiran ambil program notariat….kan kalo ini ujung-ujungnya bisa buka kantor sendiri….

Tapi, ketika dipikirin lagi secara serius…apa gue ada tenaga ya belajar setelah kerja seharian…? Dulu waktu kuliah ambil program Magister Komunikasi, gue kerjanya masih freelance…jadi ritme masih sangat bisa diatur dan otak sangat bisa dibagi-bagi…. Kalo sekarang..wuiiiih mungkin tenaga mikirnya perlu doping lebih lagi…maklum faktor 'U'…Uzurisasi…hehehe… 

Trus kepikiran lagi…apa sih kegiatan yang gue gak pernah lakukan..yg bisa menghasilkan duit…hehehe…boleh dong cari kegiatan yang malah menghasilkan ketimbang bikin kita kehabisan duit…. 

Jualan! Hahaha….dari dulu gue gak pernah merasa bisa jualan…kalo marketing…boleh deh….hmmm…jualan apa ya?

Jualan make-up? Hahaha this is sooo not me karena gue tomboy….tapi…bentar…harga make-upnya lumayan terjangkau, kayaknya gue bisa deh meyakini orang utk beli…apalagi dia produk dari Eropa..

Modalnya cuma Rp 39.900 buat mulai jualan? Nothing to lose lah ya…. Ya udah..gue coba aja deh ….

Alhamdulillah..seperti perkiraan gue…teman-teman banyak yang beli karena produknya ok dan harganya tadi…terjangkau….

Dan inilah 'keluar dari comfort zone' yang harus aku lakukan: punya mental orang sales maju terus pantang mundur meskipun ditolak ama temen sendiri krn gak mau beli hihihi…..tapi…kalau gue bisa nih terus 'menantang diri sendiri' utk terus maju…insya Allah….gak cuma dapet penghasilan dari keuntungan marjin penjualan produk…tapi juga bisa dapet penghasilan puluhan juta dan juga bonus mobil!

Lagi-lagi…dengan modal tadi…aku coba deh..dan ternyata seru dan fun loh jualan make up hahaha…. Eh tapi gak cuma make up loh...ada juga parfum dan sabun yang oke...dan juga produk perawatan cowo loh....  

Mau tau bisnis apa yang aku kerjakan? Mampir deh ke sini: Mila's Biz Corner .

Sunday, March 14, 2010

Keluar dari 'comfort zone'… part 1

Dari dulu saya kagum sama teman-teman saya yang memiliki teman dimana-mana. Sebagai seseorang yang awalnya kutu buku, jarang bergaul…pertemanan paling muncul dari teman-teman di sekolah, kegiatan atau saudara dekat. Bertemu sama orang 'asing' awalnya sangat tidak nyaman dan menakutkan…maklum waktu kecil, karena sekolah di luar negeri agar terhindar dari kejahatan terhadap anak-anak, dicekoki: "Don't talk to strangers." Makin menjadilah ketakutan untuk berkenalan dengan 'orang asing'

Mungkin baru ketika saya kuliah, mulai saya membuka diri lebih dari teman-teman sekolah/kuliah. Awalnya karena ada seseorang yang dekat yang bilang, "Ah lo mo main sama siapa lagi selain gue?"

Merasa ditantang…ya mulailah saya aktif berorganisasi, mencari teman-teman di luar lingkaran 'comfort zone' ….perlahan tapi pasti…alhamdulillah…teman-teman semakin banyak jumlahnya.

Dan…paling enak memang punya teman yang jelas-jelas saling mendukung satu sama lain. Baru-baru ini saya bergabung dengan sekelompok teman, kebanyakan wanita, yang saling mendukung dan saling membantu….saya merasakan energi yang luar biasa positif dan menyenangkan….mungkin karena kebanyakan adalah 'ibu-ibu' …jadi sifat 'nurturingnya' luar biasa kentalnya…

It's great! Saya berteman dengan mereka untuk belajar melakukan sebuah bisnis untuk mencari uang tambahan meskipun saya sudah full-time bekerja. Ya, mungkin kebanyakan teman pada bingung, saya bekerja di sebuah perusahaan yang masuk rangking Forbes 500 tapi masih cari2 penghasilan tambahan?

Why not? Hehehe…

Jujur, awalnya karena saya mulai bosan dengan lingkaran pertemanan saya yang 'itu-itu' saja, yaitu yang biasanya terkait dengan urusan kantor…nah keluarlah saya dari comfort zone lagi nih….dan sangat menyenangkan! :)

Berada di comfort zone memang nyaman, tapi….kalau udah keluar….pengalaman yang akan diambil akan banyak yang menarik dan exciting… hehehe….

Check out how I met these amazing ladies: http://www.milasbizcorner.com/

Friday, October 10, 2008

Kangen banget deh!

Duuuuh kangen banget nih.... Eits, jangan salah. Yang dikangenin bukan...mmm...misalnya Mas Nunu yang tampangnya selalu bikin hati lemes, bukan juga udang bakar di BSD yang terus terang kalo diinget2 bikin ngiler....bukan juga kangen ama sahabat-sahabat yang udah lama gak ketemu. Gini, pasti ada saat dimana kita ngerasa kalau bekerja enteng banget...bukan karena kerjaannya 'no brainer', tapi lebih karena 'we love the job'...sehingga ketika kita kerja, gak berasa kayak kerja... Itulah yang gue kangenin...Kangen 'kerja pake hati'... Kondisi kerjaan gue selama hampir 2 tahun terakhir ini udah ngebentuk gue jadi kayak robot: diperintah gini, ya jalanin aja...meskipun seringkali gue juga jadi 'robot yang membangkang' (hihi ada gak sih?). Mungkin inilah keadaannya kalau kita bekerja untuk cari uang...tapi terus terang gak disangka, dengan berjalannya waktu dan dijalankan secara rutin, berasa begini 'hampa'nya...sampai-sampai kayaknya jiwa menjadi begitu kering...taela! :) Aneh ya? 'Kerja pake hati' adalah ketika ada bahan bakar semangat atau 'passion' yang membuat waktu berjalan begitu cepat, dimana tenaga dan pikiran yang terkuras tidak berarti karena kita begitu semangat untuk memberikan yang terbaik, sehingga akhirnya ada kepuasan di akhir pekerjaan tersebut, meskipun balasan moneternya barangkali tak seberapa.... Sayangnya dua pekerjaan 'pake hati' gue yang sudah pernah dijalani sekarang sulit dilakukan, karena kesibukan si pekerjaan 'demi uang'...hehehe...Gak munafik nih, tapi 'money is a necessity' atau kalau mengutip status temenku di YM: 'skills to pay the bills'...hehehe Untungnya, akhirnya do'a gue supaya kehampaan segera berakhir sepertinya sudah dijawab (lucunya semua terjadi pas Ramadhan...alhamdulillah). Ada banyak perubahan terjadi di kerjaan gue sekarang, yang mudah2an bisa memberikan lebih banyak waktu dan memungkinkan merengkuh kembali 'pekerjaan pake hati' supaya gak merasa 'hampa' lagi... Anyway, for those who are already 'working with their hearts' ...keep it up and hang tough...the reward is always much more satisfying....

Saturday, March 29, 2008

Om Obama...Pakde Obama...Mas Obama...

Mungkin bagi sebagian orang Indonesia, pemilihan calon Presiden di Amerika yang berasal dari Partai Demokrat AS menjadi lebih menarik perhatian kali ini karena siapapun yg menang dari kedua calon terkuat, yaitu Obama dan Clinton, akan merupakan sebuah ukiran prestasi dan sejarah di Amerika, baik buat kalangan African-American maupun para wanita. Di sana liputan tentang kedua calon ini, baik di pemberitaan maupun acara infotainment, cukup gencar. Yang terakhir paling 'lucu', menurut gue, adalah berita bahwa Barrack Obama dan Brad Pitt sebenernya masih saudara jauh, dan Hillary Clinton juga masih ada hubungan darah dengan Angelina Jolie. Ada-ada aja... Euphoria terhadap Barrack Obama juga nyampe banget di Indonesia, khususnya mereka yang pernah satu SD ama dia. Ya semua dah tau dong dulu dia masa SD pernah di SD Besuki Menteng...Memang sih pasti akan membanggakan kalau teman sekolah kita dulu ada yang menjadi orang sukses dan tenar... Temen-temen sekelasnya udah sering tuh masuk liputan berita menceritakan gimana dulu si kecil "Barry" waktu masih pake celana pendek warna merah (...eh jaman dia dulu seragamnya apa ya...?) Nah, beberapa teman, yang kebetulan juga dulu sekolah di situ, dan kebetulan tau gue akan berangkat ke negeri paman Obama, menitip sekedar atribut kampanye Obama. Saking udah 'pegelnya' berada dalam pembicaraan yang orang ngerasa kenal dekeeeeet banget Barrack Obama karena pernah sekolah di SD yang sama, lidah ini gak tahan juga untuk nyeletuk...kira-kira seperti ini jalannya pembicaraan: "Mil, gue gak minta oleh-oleh apa2 yang aneh-aneh, tapi kalo boleh....gue nitip dong apa kek yang ada Barrack Obamanya." "Ok, ntar gue cariin. Gue terus terang gak tau deh nanti gimana dan dimana nyarinya..." "Gila ya dia, orang item pertama tuh kalo dia bisa ngalahin Hillary...." "Ho-oh...makanya populer dia, bakal ngukir sejarah..." "Iya laaah...eh gue dulu satu SD loh ama gue..." "Oh ya? Lo dulu satu angkatan?" "Gak sih...tapi kan satu sekolahan..." "Haha...plis deh bo..gak penting banget...klo dia inget loe dan emang kenal barulah penting!" Temen gue, dengan suara yang agak 'sedih' karena sebenernya dia bangga buanget...bilang..."Hehe...iya sih Mil..." Setelah dia jawab itu, gue baru sadar...jahat ye gue...hehehe...sehingga akhirnya karena merasa bersalah itu, gue bener2 niat nyari deh tuh entah pin, t-shirt, bendera, apa kek yang ada tulisan Obama... Alhamdulillah...amanah yang ini berhasil diwujudkan,sehingga rasa bersalah agak berkurang hihi...;)

Sunday, March 23, 2008

Beratnya amanah kalo travelling ke LN...

Menjelang keberangkatan gue kali ini, gue berusaha sekali untuk menjaga kabar kepergian cukup pada teman-teman terdekat, karena memang kepastian keberangkatan dan lamanya waktu tinggal sempat tidak jelas. Tapi yah namanya 'kabar gembira' kali ya...tiba-tiba sejumlah teman dan rekan yang biasanya gak ngobrol akrab, atau udah lama gak kontak tiba-tiba sms atau telfon. Komunikasi diawali dengan pertanyaan apa kabar, what has been happening to you lately. Ngobrol sedikit tentang yang lainnya dan akhirnya sampai ke pertanyaan: 'Eh loe mo ke Amrik ya Mil?' atau 'Jadi ke Houston yah?' dan biasanya gue akan deg-degan menanti pertanyaan atau pernyataan selanjutnya. Jantung gue akan semakin cepat berdebar kalo lanjutannya berbunyi: "Gue titip ya Mil...tolong beliin.....dst" hihihi... Deg-degannya karena takut nanti mengecewakan teman-teman karena gak berhasil membawa pulang titipannya tersebut karena berbagai alasan. Yah kalo gak ketemu, atau kita gak sempet cari...gak enak kan? Tahun ini, daftar titipan yang disampaikan ke gue cukup variatif, mulai dari sepatu olah raga, sampai iPhone (yang setau gue disini klo pun diutak-atik nyala pasti sistemnya gak mulus). Juga gak ketinggalan yang nitip atribut Hillary atau Obama karena kebetulan mereka memang masih sedang kampanye sebagai calon presiden kubu demokrat. Tapi, amanah yang paling 'berat' dan lucu adalah yang diterima teman seperjalanan gue. Menjelang pulang, dia menerima amanah: tolong cari topi koboi ukuran sekian...lo cari aja di toko ini..... Ketika menerima permintaan tersebut, kita berdua ketawa ngakak. Yang bikin geli pertama adalah titipannya berupa topi koboi yang pastinya nanti akan ribet buat dibawa, kedua adalah karena titipannya tersebut adalah permintaan relasi penting teman kantor kami yang, yah...kalo gak diwujudkan gak enak juga lah ...pasti gak make sense. Wong kita lagi di Houston, Texas masa gak bisa dapetin tuh topi koboi. :D Singkat cerita, topi sesuai ukuran yang diminta berhasil kita dapat di Walmart. Pertanyaan teman saya selanjutnya (yang kebetulan pulang lebih awal dari gue): "Mil...gimana ya gue bawanya?" Karena pesanan penting, gue bilang kalo itu topi gak boleh dimasukin koper karena bakal kegencet dlsb. Ketika kita akhirnya berpisah, gue tanya lagi kabar si topi koboi sama temen gue ini. "Gimana jadinya cara loe bawa tuh topi?" tanya gue. Jawabnya: "Ya terpaksa gue pake lah selama perjalanan gue pulang bo...yeeeeehaaaaaa!" Hehehe....lengkap sudah perjalanan temanku ini. Sayangnya gak ada foto dia dengan topi koboi titipan tersebut....

Labels: